Jamu adalah sebutan orang terhadap obat hasil ramuan tumbuh-tumbuhan asli dari alam yang tidak menggunakan bahan kimia sebagai aditif. Konotasi tradisional selalu melekat pada jamu sebab jamu memang sudah dikenal lama sejak jaman nenek moyang, sebelum farmakologi modern masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, banyak resep racikan jamu yang sudah berumur ratusan tahun dan digunakan secara turun temurun sampai saat ini.
Sebutan jamu sendiri diperkenalkan ke publik oleh dukun atau tabib, ahli pengobatan tradisional jaman dulu. Dari sinilah tradisi minum jamu memasyarakat. Dan sekarang, diperkirakan 80% penduduk Indonesia pernah menggunakan jamu. Sebagaimana masyarakat barat mengenal susu, jamu sangat populer bagi masyarakat Indonesia.
Perbedaan yang paling mencolok antara jamu dengan obat modern terletak dari bahan pembuatnya. Jamu menggunakan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang langsung diambil dari alam. Itu sebabnya ramuan tradisional atau jamu ini dikenal juga dengan istilah obat herba atau pengobatan herbal. Sedangkan obat modern dihasilkan dari senyawa bahan-bahan kimia sintetis. Oleh karena itu, tingkat efek samping jamu relatif sangat minim dibanding dengan obat modern. Jamu merupakan obat alami yang bebas dari efek samping.
Tetapi sebagaimana layaknya obat tradisional, beberapa resep ada yang cocok bagi sebagian orang dan sebagian yang lain hanya cocok bagi orang tertentu, tergantung kondisi tubuh seseorang, sehingga tidak ada salahnya apabila salah satu resep yang Anda gunakan tidak berkhasiat bagi Anda, cobalah resep yang lain untuk pengobatan yang sama.